5 Langkah Membuat Tanaman Hidroponik, Dijamin Seru!

Bumi Sedayu > Artikel > 5 Langkah Membuat Tanaman Hidroponik, Dijamin Seru!
image :google

Hari Sabtu libur gini daripada bingung mau ngapain mending belajar bertanam hidroponik aja yuk. Selain seru untuk mengisi waktu luang, halaman rumah juga bisa lebih cantik dengan tambahan tanaman hidroponik. Bertanam hidroponik sudah jadi cara bertanam yang populer di tengah hiruk-pikuk dan keramaian kota. Kamu tidak perlu menyiapkan media tanah karena tanaman ini perantaranya menggunakan air. Cara bertanam ini dijamin tidak akan bikin kamu kerepotan. Wadah tanaman yang digunakan pun tidak harus dari pot, tapi kamu bisa menggunakan barang yang sudah pernah dipakai seperti botol bekas.

Penggunaan botol plastik untuk tanaman hidroponik punya manfaat besar dalam menjaga lingkungan. Mulai dari mendukung gerakan go green, kamu juga tidak perlu membeli sayuran di pasar. Tinggal petik aja. Kenapa sayuran? Hal ini dikarenakan botol tidak bisa jadi wadah yang memadai untuk bertanam hidroponik khusus untuk tanaman seperti bunga atau tanaman berbuah. Jadi jangan digunakan untuk menanam 2 tanaman tersebut ya. Dan ketiga, kamu bisa menghemat penggunaan plastik dengan mendaur ulangnya menjadi media tanam tanaman hidroponik.

Sebagai tambahan, tak harus dari biji, bertanam hidroponik dalam botol juga bisa kamu lakukan dengan tanaman yang sudah sedikit bertumbuh. Kamu cukup memindahkannya ke botol tersebut dan bertanam hidroponik pun bisa kamu lanjutkan kembali. Menarik, bukan? Nah, kali ini kami akan membagikan cara bertanam hidroponik dengan menggunakan botol bekas. Yuk!

1. Siapkan bahan dan alat


image : dekoruma

Untuk memulainya, kamu harus mempersiapkan beberapa bahan dan alat. Sediakan botol air mineral 1,5 liter yang sudah dikosongkan, gunting atau cutter, dan potongan kain flanel. Untuk bahannya, kamu memerlukan media tanam hidroponik, air yang sudah bercampur nutrisi untuk tanaman, dan benih tanaman.

2. Potong bagian atas botol bekas


image :google

Buka tutup botol dan gunting atau cutter bagian atas botol sehingga kamu memiliki dua bagian botol. Apabila kamu merasa bagian bawah botol terlalu tinggi, kamu boleh memotongnya sekitar 10 cm. Pada cara bertanam hidroponik ini, bagian atas botol akan dibalik menyerupai corong dan diletakkan di bagian botol lainnya.

3. Beri lubang di sekitar botol


image : dekoruma

Dalam bertanam hidroponik di botol bekas, kain flanel berperan sebagai perantara untuk mengalirkan air ke media tanam. Saat kamu melubangi area pinggir penutup botol, jangan sampai terpotong, ya. Selipkan kain flanel ke lubang tersebut dan biarkan ia menjuntai ke bawah. Selain itu, kamu juga perlu memberi beberapa lubang pada bahu bagian atas botol sebagai jalan akar tanaman.

4. Masukkan air nutrisi ke dalam botol


image :google

Karena air merupakan tenaga utama dalam bertanam hidroponik, air dibutuhkan cukup banyak. Tuangkan air bersih bernutrisi ke dalam bagian bawah botol tadi dengan perkiraan 2/3 botol. Setelah itu, masukkan bagian atas botol dalam posisi terbalik dan pastikan kain flanel masuk ke dalam air.

5. Masukkan media tanam hidroponik dan biji tanaman


image :google

Media tanam hidroponik hadir dalam beberapa bentuk, seperti rockwool, cocopeat, dan sekam bakar. Meskipun sudah mendapatkan nutrisi dari air, kamu juga perlu mencampurkan media tanam dengan pupuk kompos agar hasil dari bertanam hidroponik makin sehat. Kemudian, gali sedikit media tanam, masukkan biji, dan kubur kembali.

Nah, gambang banget kan? Yuk saatnya mempraktekkannya di rumah.

Mau rumah modern minimalis di Jogja? Klik disini.

Tags                       : hidroponik , plant , go green , rumah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *