HUNIAN IDAMAN BAGI GENERASI MILANEAL

Bumi Sedayu > Artikel > HUNIAN IDAMAN BAGI GENERASI MILANEAL

Milenial (juga dikenal sebagai Generasi Y) adalah kelompok demografi setelah Generasi X (Gen-X). Tidak ada batas waktu yang pasti untuk awal dan akhir dari kelompok ini. Para ahli dan peneliti biasanya menggunakan awal 1980-an sebagai awal kelahiran kelompok ini dan pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahiran. Milenial pada umumnya adalah anak-anak dari generasi Baby Boomers dan Gen-X yang tua. Milenial kadang-kadang disebut sebagai “Echo Boomers” karena adanya ‘booming’ (peningkatan besar) tingkat kelahiran di tahun 1980-an dan 1990-an.

Sejak 2015 Indonesia diberikan berkah dengan bonus demografi di mana jumlah penduduk Indonesia sebesar 261,8 juta, 176,8 juta adalah penduduk usia generasi milenial. Survei Bank Dunia menunjukkan bahwa pada tahun 2025 pertumbuhan penduduk Indonesia akan mencapai sekitar lebih dari 68 persen tinggal di perkotaan, dibandingkan dengan tahun 2014 hanya sebesar 52 persen. Dari survei yang diadakan oleh Litbang Kompas kepada generasi milenial dengan pertanyaan “Apakah Anda menganggap hunian sebagai barang primer?” Ternyata jawabannya hampir 60-80% menyatakan “penting”. Pergeseran kebutuhan Generasi Milineal ini telah dipantau oleh Kompas juga untuk menilai hunian jenis apa yang diinginkan oleh generasi milenial yang lahir tahun 1980-1999. Ternyata pilihan mereka adalah apartemen yang memiliki kemudahan akses transportasi, dan tidak perlu banyak bayar kewajiban biaya layanan bulanan yang dihitung luas unit, memiliki kelayakan bangunan. Hunian masa depan bagi generasi milenial adalah serba praktis dan dikejar waktu, fasilitas internet untuk akses informasi.
Dengan adanya generasi milenial tinggal di kota, kebutuhan primer mereka adalah tempat tinggal. Tempat tinggal yang sekarang ini dibangun di tengah kota-kota besar ternyata sangat mahal dibandingkan dengan gaji yang diperoleh generasi milenial.

Katakanlah, untuk hunian minimalis dipusat kota, harga per satu unit apartemen mencapai 450-600 juta rupiah. Sedangkan gaji yang diperoleh kaum milenial rata-rata 4.5 juta rupiah. Maka menjadi mustahil untuk memiliki hunian di tengah kota. Katakanlah dari 450 juta tersebut cicilan perbulannya 5 juta. Padahal gaji yang diperoleh hanya 4.5 juta. Lalu?

Solusinya bagi kaum milenial adalah cari hunian di tepi kota yang memiliki hunian dengan harga miring. Dengan akses ke kota tidak terlalu jauh, fasilitas masih lengkap, kemudahan transportasi umum, dan fasilitas internet juga memadai. Sebagai contoh di barat Yogyakarta di daerah Sedayu, harga per unit hunian rata-rata 200-300 juta rupiah. Dengan menyisihkan gaji dari 2-2,5 juta tiap bulannya anda sudah mampu membayar cicilan.

Jadi bagaimana kaum milenial? Masih ragu untuk berinvestasi rumah? Silahkan kunjungi www.bumisedayu.com

___________________________
* PERUMAHAN BUMI SEDAYU *
 Sedayu, Bantul, Yogyakarta
📞 0815 8585 1636 atau
📞 http://bit.ly/CSBumiSedayu
💻 www.bumisedayu.com
👓 Bumi Sedayu Residence

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *