Ibukota Indonesia Akan Pindah Tahun 2024

Bumi Sedayu > Artikel > Ibukota Indonesia Akan Pindah Tahun 2024

Rencana kepindahan Ibukota dari Jakarta ke Samarinda tampaknya sudah mendekati final. Pengumuman kepindahan Ibukota telah diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 26 Agustus 2019 kemarin. Titik ibukota yang dipilih berada di Samarinda, tepatnya di  Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Tentu kepindahan ibukota ini juga dibarengi spekulasi kenaikan harga tanah disana.

Menanggapi hal tersebut, Asosiasi pengembang Real Estate Indonesia (REI) turut memberikan tanggapan. Asosiasi pengembang Real Estat Indonesia (REI) mengajukan tiga syarat untuk membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mengembangkan kawasan ibu kota baru di Kalimantan Timur. 

Ketua Umum REI Soelaeman Soemawinata menuturkan, syarat pertama yang harus segera dipenuhi yaitu kepastian hukum. Menurut dia, proyek ibu kota baru tidak akan selesai pada satu periode masa pemerintahan. Karena itu, diperlukan payung hukum yang tegas untuk memastikan bahwa pembangunan ibu kota tetap dilanjutkan meski pemerintahan telah berganti.

Kedua, adanya insentif, termasuk dalam hal kemudahan perizinan maupun perpajakan. Terakhir, ketersediaan lahan. Menurut Soelaeman, tanah dibangun harus sepenuhnya disediakan pemerintah, guna menghindari adanya spekulan tanah.

Saat ini, rancangan undang-undang (RUU) pemindahan ibu kota masih dalam tahap pembahasan, menyusul surat Presiden Jokowi ke Dewan Perwakilan Rakyat awal pekan ini. 

Warga ingin ada peningkatan SDM

Dipihak lain, setelah Presiden Joko Widodo menetapkan Kecamatan Sepaku dan Kecamatan Samboja sebagai lokasi ibukota baru mendapatkan beberapa tanggapan dari warga sekitar.

Hadi Saputro, warga dari Kabupaten Penajam Paser Utara, mengaku senang atas keputusan itu. Namun demikian, ia berharap pemerintah daerah meningkatkan sumber daya manusia warga setempat agar tak “jadi penonton” dan menerima berkah atas perpindahan ibu kota.

“Jangan sampai kita jadi penonton dan menerima manfaat sesaat. Ini peluang mensejahterakan masyarakat, tapi memang tidak bisa instan. Pemda bisa membina warga memiliki jiwa bisnis,” ujarnya.

Suara serupa juga disampaikan Heriani. Dia khawatir akan banyak pendatang ke daerahnya dan kalah saing.

“Harapannya lebih ditingkatkan SDM supaya bisa bersaing. Terus kalau banyak pendatang, kriminalitas pasti bertambah. Kalau sekarang kan rendah,” tutur Heriani.

Menjawab kegelisahan itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Yusliando, menjanjikan adanya pemberdayaan kapasitas sumber daya manusia.

“Kita menyadari bahwa rata-rata yang akan datang ke sini yang memiliki keahlian, tentunya SDM di daerah diberdayakan dan ditingkatkan kapasitas sehingga bisa bersaing. Karena waktunya masih panjang, itu akan menjadi perhatian,” tukasnya.

Mau rumah dekat dengan berbagai fasilitas umum ? Segera hubungi tim pemasaran kami di WhatsApp 0811-360-1636.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *