KIAT MENABUNG DP BAGI WIRAUSAHA

Bumi Sedayu > Artikel > KIAT MENABUNG DP BAGI WIRAUSAHA

Menjadi wirausaha mungkin merupakan impian semua orang tak terkecuali generasi milenial saat ini. Ya, generasi milenial sangat getol berlomba-lomba membuat usaha sendiri. Jenisnya apa saja. Tentu ini bagus karena dengan begitu mereka dituntut untuk selalu memutar otak agar usahanya terus eksis.

Tantangan menjadi wirausaha tentu banyak sekali, mulai dari income yang tidak tentu, biaya produksi yang terus naik, sampai yang paling mengerikan adalah kebangkrutan. Namun, ada satu lagi sebenarnya tantangan yang bakal atau sering dihadapai oleh para wirausaha, yaitu menabung DP rumah.

Baca juga     : Perbandingan rumah tapak dengan apartemen

Tak bisa dipungkiri hunian masih menjadi kebutuhan premier disamping sandang dan pangan. Hunian disini bisa dalam bentuk hunian tapak seperti rumah maupun hunian vertikal seperti apartemen. Tentu 2 jenis hunian tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Lalu bagaimana untuk mendapatkan hunian? Ya, beli lah.

Ada 2 metode saat Anda para wirausaha ingin memiliki hunian, yang pertama tentu dengan metode cash keras dan yang kedua dengan KPR (kredit Perumahan). 2 metode tersebut tentu memiliki beberapa step, termasuk step DP. Ya, DP (Down Paymen) merupakan syarat wajib ketika kita ingin menyicil sebuah benda atau apapun, termasuk hunian.

Kembali soal tantangan diawal tentang income yang tidak menentu. Hal tersebut tentu bisa menjadi batu sandungan bagi para wirausaha untuk menyicil hunian impian mereka. Jangankan untuk menabung, untuk terus menjalankan bisnis mereka saja tentu sudah bersyukur.

Namun tentu saja menjadi seorang wirausaha harus dibekali mental yang kuat dan tentu saja perencanaan yang kuat pula. Nah, diartikel ini kita mau membantu para wirausaha untuk sedikit meringankan otak mereka tentang kiat menabung DP hunian. Ya, katakanlah begitu.

Dilansir dari situs properti Australia, Realestate.com.au, ada 5 tips untuk para wirausaha coba.

  1. Tentukan Tujuan

Hal pertama yang bisa dilakukan tentu menentukan tujuan. Kenapa? Analoginya adalah kamu ingin berlayar namun tidak tahu tujuan mana yang akan dituju, alhasil kamu akan terus berlayar sepanjang waktu dan tidak tahu harus kemana dan kapan akan berhasil.

Nah begitu juga dengan menabung, tentukan dulu tujuanmu untuk apa dan kalaupun perlu tulis. Itu bisa sebagai pengingat kamu tentang tujuanmu.

 

  1. Membuka Rekening Sendiri

Menjadi seorang wirausaha tentu lumrah kan memisahkan rekening bisnis dengan rekening pribadi? Nah, kini saatnya untuk membuka rekening baru dan dikhususkan untuk tabungan rumah.

Baca juga       : Apartemen di Jogja laris manis

 

  1. Mengatur Arus Kas

Income yang tidak tetap tadi bisa disiasati dengan mengatur arus pengeluaran kas. Artinya kamu harus membuat targeting untuk tabungan rumah kamu. Kita ambil contoh mematok tabungan sebesar 25% dari income usaha. Jadi misalkan income naik tabungan kita akan naik juga begitupun sebaliknya. Ini tentu efektif di banding ketika kamu harus mematok nominal tiap bulannya.

 

  1. Bantuan Pihak Kedua

Menjadi wirausaha tentu akan sangat sibuk dengan banyak urusan yang memeras otak. Tak jarang dengan begitu mereka akan abai dengan kondisi finansial usaha tersebut.

Nah, masalah tersebut bisa teratasi dengan bantuan pihak kedua. Pihak kedua tersebut bisa kita posisikan sebagai pakar keuangan. Toh tak sedikit pula para wirausaha menyewa jasa bangkir maupun akuntan.

 

  1. Melindungi Sumber Pemasukan

Asuransi bisa menjadi solusi dari hal yang mungkin tidak diinginkan seperti terjadinya kecelakaan kerja.

Bisa jadi kamu tidak bisa bekerja, namun masih harus menyicil. Proteksi untuk pendapatan bagi wirausaha memang diperlukan.

Nah, kalau ada sederetan tips seperti ini, nggak ada lagi alasan bagi kamu yang berwirausaha untuk tidak membeli rumah. Malah kamu bisa berinvestasi properti lainnya seperti kantor, ruko, gudang, workshop atau pabrik, dan lainnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *