MAU BELI RUMAH? Ini dia Biaya-biayanya

Bumi Sedayu > Artikel > MAU BELI RUMAH? Ini dia Biaya-biayanya

Selamat hari Selasa, kali ini kami akan membantu anda yang mau beli rumah mengetahui tentang biaya apa saja yang akan timbul ketika kita melakukan jual-beli property. Informasi ini sangat penting sekali lho, yuk disimak.

Penting untuk diketahui biaya-biaya ini karena bisa jadi ketika membeli rumah harganya mahal tapi exclude biaya-biaya dibawah ini bisa jadi harganya jadi tinggi juga. Nah ini dia beberapa biaya yang perlu anda ketahui :

  • Biaya Pengecekan Sertifikat

Pengecekan sertifikat sangat diperlukan untuk menghindari jual-beli properti yang mengalami sengketa ataupun masalah lain. Besaran biaya ini tergantung kebijakan kantor pertanahan setempat, biasanya biayanya sekitar 50rb – 300rb rupiah. Biaya ini biasanya dibebankan ke pembeli rumah.

  • Biaya Akta Jual Beli (AJB)

AJB sangat diperlukan untuk kelengkapan dokumen jual-beli property dan dilakukan oleh PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) setempat. Besaran biayanya antara 0,5% – 1% dari nilai transaksi yang tertera di dalam akta, biaya ini sendiri biasanya ditanggung oleh kedua belah pihak (pembeli dan penjual tanah).

  • Biaya Balik Nama (BBN)

Biaya balik nama digunakan untuk mengganti nama kepemilikan obyek property dan dilakukan oleh PPAT setempat. Besaran biayanya sesuai dengan peraturan daerah obyek property, rumus untuk menghitung BBN yaitu 0,1% x NJOP + 50rb rupiah. Biaya ini ditanggung pembeli.

  • Biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

PNBP dibayarkan sekaligus pada saat pengajuan balik nama dan biaya ini disetorkan ke Negara. Besarannya 0,1% dikali harga jual rumah + 50rb. Biaya ini ditanggung pembeli.

  • Pajak Penghasilan (PPh)

Pajak penghasilan dipungut oleh pemerintah dan masuk ke penghasilan negara. Menurut Pertauran Pemerintah nomor 34 tahun 2016 tarif baru PPh Final atas pengalihan hak atas property dikenakan 2,5% dari nilai transaksi yang ditandatangani di AJB, biaya ini dibebankan kepada penjual.

  • Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

BPHTB adalah biaya yang akan masuk ke Negara melalui PPAT. Besaran biaya ini adalah 5% dari nilai transaksi atau NIlai Perolehan Objek Pajak (NPOP) dikurang Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). Prosentase dan nilai NPOPTKP disesuaikan dengan peraturan pemerintah daerah masing-masing. Biaya ini dibayarkan oleh pembeli.

  • Biaya Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Jika membeli property tidak secara cash/tunai dan melewati lembaga keuangan, biasanya aka nada biaya tambahan yaitu biaya KPR yang diberikan kepada lembaga keuangan yang membiayai. Besaran biaya KPR antara 4-6% menyesuaikan kebijakan lemabaga keuangan yang menangani, biaya ini dibayarkan oleh pmebeli.

  • Biaya Jasa Notaris

Kehadiran notaris dalam suatu kegiatan jual beli rumah dirasa mutlak adanya, karena setiap perjanjian yang dimaksudkan unttuk memindahkan hak atas property harus dibuktikan dengan akta yang dihadapkan PPAT. Biaya jasa notaris biasanya mencakup biaya cek sertifikat, sk 59 (perizinan pemindahan hak), validasi pajak, akta jual beli (AJB), balik nama (BBN), surat kuasa hak membebankan hak tanggungan (SKHMHT), dan akta pembebanan hak tanggungan (APHT) dengan nominal sesuai PPAT setempat. Total biaya notaris sekitar 5jt rupiah. Biaya ini ditanggung bersama atau sesuai kesepakatan jual beli yang sudah dibuat.

  • Pajak Bumi Bangunan (PBB)

Jenis pajak ini dibayar dalam masa satu tahun. Besarannya 0,5% dari Nilai Jual Kena Pajak (NJKP) dikalikan NJOP sebagai dasar pengenaan pajak. NJKP yang ditetapkan pemerintah adalah 40% untuk rumah dengan harga diatas 1 miliar dan 20% rumah dibawah 1 miliar. Pajak ini harus dilunasi oleh penjual sebelum obyek pajak dijual ke pembeli.

  • Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Biaya ini wajib muncul ketika membeli rumah baru dari developer atau badan yang merupakan Pengusaha Kena Pajak (PKP). Besaran PPN adalah 10% dari nilai transaksi yang dilakukan.

  • Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM)

Biaya ini akan muncul ketika pembeli membeli property yang tergolong barang mewah. Untuk saat ini property yang tergolong mewah bila luas bangunannya diatas 150 m2. Besarannya adalah 20% dari harga jual. PPnBM hanya berlaku jika pembeli bertransaksi dengan developer, tidak berlaku dalam transaksi perorangan.

  • Biaya Asuransi

Biaya ini adalah pilihan, bukan kewajiban. Biaya ini dibebankan untuk memberi rasa aman kepada pembeli kalau-kalau terjadi force major pada rumah tersebut. Biaya preminya kurang lebih 0,5% dari nilai total asset. Biaya ini ditanggung pembeli jika memang mau mengambil asuransi.

Selain ke-12 poin tersebut mungkin masih ada biaya-biaya lain, hanya saja biaya lainnya tidak sebesar ke-12 poin diatas. Jika mau punya rumah dengan harga jual include biaya-biaya diatas segera hubungi WA kami di 0811-360-1636, anda bisa bertransaksi tanpa perlu diribetkan biaya-biaya diatas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *