MILENIAL SUSAH BELI RUMAH? JANGAN BELI KOPI MELULU

Bumi Sedayu > Artikel > MILENIAL SUSAH BELI RUMAH? JANGAN BELI KOPI MELULU

 

Anak milenial bukan tak punya minat membeli properti, melainkan pemikiran ke arah itu yang belum terdongkrak. Padahal, cukup dengan mengurangi gaya hidupnya yang konsumtif, mereka sejatinya bisa memiliki properti yang tergolong premium sekalipun.

Hal itulah yang dipaparkan oleh Hans Herwin, seorang pakar properti yang mengatakan bahwa pemikiran seorang milenial bisa 100 persen out of the box untuk memiliki kepemilikan properti. Ya, caranya simpel, bahkan dengan seharga secangkir kopi per hari.

Para generasi milenial bisa memiliki vila premium di pinggir pantai Bali, Tavisamira Beach Club & Resort misalnya, hanya dengan seharga secangkir kopi per hari.

Baca juga : Beli Rumah Dengan Budget Terbatas, Gampang Banget!

Hans, yang merancang program Secangkir Kopi dengan Konsep O2 atau Open Ownership, mengatakan bahwa program tersebut diluncurkan setelah tahu besarnya minat para milenial untuk berinvestasi dan belajar seluk beluk bisnis properti. Menurut dia, ide pencetusan program ini untuk para generasi milenial yang dikhawatirkan tidak mampu memiliki properti lantaran penuh dengan aktivitas berbiaya tinggi.

“Mulai dari traveling, hang out, ngopi di kafe mahal, atau party. Dengan gaya hidup seperti itu, ya tentu bisa dipastikan mereka (milenial) susah punya properti, karena dananya sudah terkuras untuk memenuhi semua gaya hidup itu. Untuk itu, sekarang kami berikan instrumen yang mudah supaya uangnya tidak terbuang percuma,” kata Hans, di Jakarta, Sabtu (30/6/2018).

Hans bilang, para milenial bukan tak boleh melakoni tren terkini dan memenuhi gaya hidup pilihannya. Mereka adalah anak-anak muda yang perlu tahu dunianya.

Investasi Perumahan Menguntungkan

“Tapi, prinsip utama harus dipegang, bahwa mereka harus bijak mengalokasikan uangnya untuk masa depan, jangan habis di masa muda,” kata Hans.

*

Secangkir kopi sehari kalau kita akumulasikan bisa sebesar Rp 70 jutaan. Dengan nilai tersebut milenial bisa membayar DP untuk sebuah rumah, apalagi sekarang banyak pengembang memberikan keringanan DP.

Padahal  kita tahu kalau harga tanah semakin hari semakin mahal dan sulit saja.

Nah generasi milenial sah-sah saja akan kebutuhan gaya hidup terkini mulai dari traveling, party, atau membeli secangkir kopi yang harganya bisa mencapai puluhan ribu rupiah. Namun kebutuhan akan tempat tinggal menjadi sesuatu yang penting juga bukan?

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *