PERBANDINGAN RUMAH DAN APARTEMEN

Bumi Sedayu > Artikel > PERBANDINGAN RUMAH DAN APARTEMEN

Di era yang semakin modern ini, banyak sekali pilihan hunian yang  semakin beragam. Masyarakat bebas menentukan pilihan tempat tinggal sesuai dengan keinginan mereka.

Tantangannya adalah dengan ragam pilihan rumah yang semakin variatif, banyak pula yang masih bingung menentukan hunian yang tepat.

Rumah, Investasi Jangka Panjang

Sebagai contoh adalah memilih antara rumah tapak dan apartemen.

Ya, dari dua tipe hunian yang popular ini, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus diperhatikan bagi anda calon pembeli.

Bahkan ada perbedaan antara rumah tapak dan rumah vertikal yang menambah ataupun mengurangi daya tarik masing-masing. Berikut ulasannya:

Biaya perawatan

Dari segi biaya, rumah tapak lebih hemat. Hal ini dikarenakan penghuni tidak harus mengeluarkan berbagai biaya, seperti biaya keamanan, kebersihan, dan lain-lain. Selain itu, biaya listrik dan air yang lebih murah karena masuk dalam kategori rumah standar.

Namun rumah tapak juga memerlukan biaya perawatan bangunan tiap tahun seperti pengecatan eksterior, atap bocor, dan lain-lain.

Berbeda jika memilih tinggal di apartemen, penghuni harus megeluarkan biaya yang lebih mahal, karena ada berbagai tambahan biaya, seperti service charge, sinking fund, serta biaya listrik dan air yang lebih mahal. Namun biaya perawatan bangunan ditanggung bersama dengan penghuni unit lain.

Beberapa kerusakan yang biasa ditemui di rumah tapak seperti genteng bocor dan arus pendek tidak ditemui di apartemen. Kebakaran akibat arus pendek juga jarang terjadi karena kabel ditanam di dalam pipa.

Pilihan investasi

Perlu diketahui harga jual rumah yang selalu meningkat, cocok untuk investasi jangka panjang. Ini karena harga tanah dan rumah setiap tahunnya mengalami kenaikan sesuai dengan nilai inflasi. Begitu pula dengan harga sewa yang juga mengikuti.

Investasi Rumah Menguntungkan?

Rumah juga merupakan pilihan investasi hunian terbaik untuk jangka panjang. Nilai tambahnya juga tinggi karena semakin sedikit lahan yang tersedia. Tetapi rumah tapak juga membutuhkan waktu lama untuk menjual. Hal ini terjadi karena banyak faktor seperti lokasi dan bunga KPR yang lebih besar untuk rumah tangan kedua.

Baca juga : Plus-Minus Membeli Rumah Dengan KPR

Lain halnya dengan apartemen yang untuk jangka pendek atau menengah apartemen merupakan pilihan investasi terbaik. Bila disewakan nilainya lebih besar dibanding dengan rumah tergantung fasilitas, luas ruangan, dan juga lokasi. Hal ini membuat apartemen akan selalu cepat laku tersewa.

Status Tanah

Status tanah rumah tapak merupakan milik pribadi yang bisa diperjualbelikan. Berbeda dengan penghuni unit apartemen yang hanya memiliki Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Pakai Pengelolaan Lahan (HPL). Umumnya status apartemen adalah HGB dengan jangka waktu tertentu, misalnya 30 atau 50 tahun.

Renovasi bangunan

Kebebasan ide untuk renovasi fisik bangunan bisa dilakukan apabila tinggal di rumah tapak. Pemilik juga bebas melakukan dekorasi atau melakukan aktivitas hobi lainnya.

Di apartemen, penghuni tidak bebas merenovasi. Bahkan ada beberapa pengelola yang memberikan tambahan biaya jika penghuni ingin merenovasi unitnya.

Status kepemilikan bangunan Status kepemilikan rumah tapak adalah milik pribadi dan bisa diperjualbelikan secara leluasa.

Lain halnya dengan apartemen, pembeli hanya mendapatkan Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (HMSRS) atau strata title pada unit apartemennya saja.

Dengan kata lain, yang menjadi hak milik adalah bangunan unit yang dibeli. Sedangkan untuk tanah apartemen merupakan milik bersama.

Sumber : Kompas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *