Punya Rencana Mengajukan KPR? Berikut 5 Mitos Soal KPR

Bumi Sedayu > Artikel > Punya Rencana Mengajukan KPR? Berikut 5 Mitos Soal KPR

Kamu sudah punya pilihan membeli rumah terbaik dimana, anak sudah semakin besar, mertua juga sudah ngasih kode buat punya rumah sendiri. Namun, masalah muncul karena kita bingung mau mengajukan KPR atau tidak.

 

Bagi kamu yang sedang berencana untuk membeli rumah dengan KPR, berikut 5 mitos yang sering muncul soal KPR.

 

  1. Semakin besar kamu membayar DP, semakin baik

Dengan membayar uang muka lebih besar dari yang ditetapkan, memang membuat cicilan bulanan pun lebih ringan. Akan tetapi, hal tersebut menyebabkan uang kamu banyak terkuras, sehingga tidak ada lagi dana tersisa untuk biaya perbaikan rumah atau keperluan lain. Sebaiknya kamu menyimpan kelebihan uang muka tersebut untuk keadaan darurat.

 

  1. Hanya Perlu Menabung untuk Membayar Uang Muka Rumah

Salah satu pengeluaran terbesar dalam membeli rumah adalah membayar uang muka, yaitu sebesar 10% – 30% dari harga jual rumah. Disinilah mitos yang sering disebarkan bahwa kita hanya perlu menabung untuk membayar uang muka rumah (DP/down payment). Akan tetapi, masih terdapat biaya tambahan lain saat membeli rumah, yaitu bea meterai, biaya aplikasi, biaya penilaian, biaya legal, dan asuransi KPR.

 

 

  1. Bayar Cicilan Lebih Besar Cepat lunas

Pembayaran cicilan bulanan lebih dari yang diwajibkan bank hanya akan memberikan keuntungan yang sedikit bagi kamu, kecuali kamu memiliki KPR Fleksi. Selain itu, dengan periode lock-in yang biasanya diterapkan pada sebagian besar pinjaman rumah sekarang ini, kamu bahkan dapat diberi penalti karena menyelesaikan pinjaman rumah kamu dalam periode lock-in.

 

  1. Menunggu Usia Tepat untuk Membeli Rumah

Beberapa orang menunda untuk membeli rumah, khususnya dengan fasilitas KPR. Mereka merasa berat untuk melunasi cicilan yang dirasa besar dan bisa memakan waktu hingga dua dekade untuk lunas. Kebanyakan orang cenderung menunggu usia lebih tua dengan tabungan dan gaji yang sudah tinggi untuk memulai KPR.

 

Namun di sisi lain, kamu harus memerhatikan batas usia untuk melunasi KPR. Jika kamu karyawan, batas usia maksimal saat melunasi KPR adalah 55 tahun, sedangkan untuk pengusaha atau wiraswastawan, memiliki batas usia sekitar 65 tahun. Jadi, semakin dini mengambil cicilan KPR, semakin besar kesempatan kamu mengambil jangka waktu kredit atau tenor yang cukup panjang.

 

  1. Melakukan Refinancing KPR Adalah Ide Buruk

Refinancing adalah mengambil KPR atau pinjaman rumah baru untuk melunasi pinjaman rumah lama. Saat mempertimbangkan untuk refinancing, penting untuk dipertimbangkan penghematan bunga dari pinjaman rumah lama dan biaya awal serta suku bunga pinjaman baru. Hal ini penting, karena suku bunga bisa lebih rendah di tahun pertama tetapi lebih tinggi di tahun-tahun berikutnya.

TAG                       : rumah terbaik , beli rumah , jual rumah

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *