RUMAH SUBSIDI ATAU NON SUBSIDI. ANDA PILIH MANA?

Bumi Sedayu > Artikel > RUMAH SUBSIDI ATAU NON SUBSIDI. ANDA PILIH MANA?

Pengembang dari Jakarta mulai mengembangkan hunian bersubsidi bagi masyarakat pekerja industri di Sukabumi, Jawa Barat, terutama masyarakat berpendapatan rendah. Pembelian rumah tersebut melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ( FLPP ).  “Sasaran utamanya pekerja industri atau pabrik di dua lokasi yaitu Palasari, Parung Kuda dan Cikembar, Sukabumi,” ujar Soetomo, Direktur Utama PT Penta Dinamika Properti.  Di kawasan Palasari proyek rumah tersebut dibangun di lahan kurang lebih 3,1 hektar. Proyek ini merangkum 249 unit bertipe 30 dan 36 dengan luas tanah 60. Sementara itu, proyek di Desa Bojong Kembar, Cikembar, dibangun di lahan kurang lebih 21 hektar.

“Sehingga bisa menyediakan 1.600 unit rumah bersubsidi yang akan dibangun bertahap. Tahap pertama rencananya 400 unit dan selanjutnya mencapai 1.600 unit,” kata Soetomo.

 

Lalu, bagaimana cara mendapatkan Rumah Bersubsidi? Selain menawarkan harga murah, pemerintah juga memberikan KPR rumah subsidi yang disebut dengan KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Program ini untuk masyarakat yang benar-benar berasal dari keluarga menengah ke bawah. Selain itu dikhususkan bagi Anda yang belum pernah memiliki rumah. Untuk banknya, pemerintah lebih banyak mengarahkan ke Bank Tabungan Negara (BTN). Suku bunga KPR yang disiapkan pemerintah hanya 5%. Berbeda jauh dengan suku bunga komersial yang biasanya bisa mengambar di sekitar 11-15%, sesuai dengan kondisi ekonomi nasional. Kemudahan lain yang diberikan pemerintah adalah uang muka atau down payment untuk rumah subsidi 1% dari total harga rumah, Padahal, untuk KPR konvensional, besar uang muka yang diperbolehkan biasanya adalah 10% dari total harga rumah. Adanya KPR FLPP memang sangat membantu masyarakat Indonesia yang ingin memiliki rumah dengan bujet terbatas. Hanya saja, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi masyarakat berpenghsailan rendah saat akan mengajukan KPR FLPP.

 

Pasalnya, program ini memang dikhususkan bagi keluarga menengah ke bawah yang sama sekali belum pernah memiliki rumah pribadi. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan agar bisa mendapatkan rumah bersubdisi. Mulai dari memiliki pendapatan yang sesuai yang dimana diatur oleh pemerintah harus memiliki penghasilan 4 juta per bulannya, kredit kendaraan roda 2 maupun 4, status pekerjaan, NPWP, hingga rumah yang harus di huni sendiri.  Menggaris bawahi untuk poin terakhir, Anda wajib menempati rumah subsidi ini untuk pribadi dan tidak menjadikannya lahan komersial. Dalam hal ini, rumah yang berhasil Anda miliki tidak boleh disewakan atau dialihkan ke pihak lain sebelum lima tahun untuk rumah tapak atau 20 tahun untuk rumah susun. Hal tersebut tentu sedikit memberatkan bagi Anda yang gemar berinvestasi. Pasalnya, jaminan untuk kualitas rumah bersubsidi masih dipertanyakan. Tentunya tidak ada yang ingin membeli rumah yang hanya dalam waktu 5 tuhan sudah mulai tidak layak pakai.

 

Dengan pertimbangan yang disebut di atas, tidak ada salahnya Anda mempertimbangkan opsi lain. Rumah dengan harga kisaran Rp200-Rp400 juta misalnya.  Seklias jika dinilai dari harga tersebut, bagi yang berpenghasilan menengah kebawah tentu sedikit memberatkan. Terlepas dari fakta bahwa rumah seharga ini biasanya pengajuan KPR dan down-payment yang lebih memberatkan, rumah seharga ini cenderung lebih berkualitas dan tahan lama serta dibangun oleh developer yang lebih terpercaya meski tentu saja hal ini tidak bisa dipastikan.  Rumah dengan kisaran harga Rp200 juta – Rp400 juta umumnya masih bisa terjangkau banyak lapisan masyarakat. Hunian di daerah Sedayu, Bantul, Yogyakarta bisa menjadi pilihan bagi anda yang bekerja di pusat kota. Bumi Sedayu Residence menawarkan hunian yang nyaman bagi Anda. Dengan harga mulai dari Rp 300 jutaan , kemudahan akses transportasi, akses internet yang stabil, dan lingkungan yang nyaman.   Semua hal ini tentunya kembali pada diri anda untuk mengambil keputusan dan melakukan riset lebih dalam sebelum membeli rumah.

Ada baiknya harga rumah yang murah tidak lantas membuat kita langsung mengambil keputusan membeli sebuah rumah, faktor yang disebut diatas hanya segelintir kecil aspek-aspek yang sebaiknya dipertimbangkan dan dipikirkan lebih mendalam sebelum mengambil keputusan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *